Lihat juga
Kemarin, euro melemah terhadap dolar, tetapi berhasil memulihkan sebagian penurunannya sepanjang malam. Penyebab pelemahan kemarin cukup jelas: data ekonomi AS lebih kuat dibandingkan data Eropa, sehingga mengembalikan sebagian permintaan terhadap dolar.
Dimulai dari Eropa, aktivitas bisnis di zona euro diukur dengan Indeks Manajer Pembelian (PMI). Indeks ini didasarkan pada survei perusahaan, dan angka di atas 50 menunjukkan ekspansi. PMI komposit tercatat sebesar 51,7, dibandingkan ekspektasi 51,9, sementara PMI Jasa berada di 51,4, di bawah proyeksi 51,7. Aktivitas ekonomi masih berkembang, tetapi dengan laju yang lebih lambat daripada yang diantisipasi pasar. Prancis menjadi sumber kekecewaan terbesar, dengan penurunan indeks ke 46,2, yang menandakan kontraksi. Jerman justru memberikan kejutan positif, karena PMI Jasanya naik ke 52,5. Namun, kinerja Jerman yang lebih kuat tidak cukup untuk menutupi kelemahan di Prancis. Inflasi meningkat menjadi 4,0% dari 3,8%, persis sesuai dengan ekspektasi. Ketika harga naik lebih cepat sementara pertumbuhan ekonomi kehilangan momentum, kombinasi ini tidak mendukung penguatan euro.
Situasi di Amerika Serikat berbeda. Laporan ADP menunjukkan berapa banyak lapangan kerja baru yang diciptakan oleh perusahaan swasta. Pada bulan Oktober, jumlah lapangan kerja bertambah 86.000, dibandingkan ekspektasi 67.000. Perusahaan merekrut lebih agresif daripada proyeksi, yang berarti bahwa Federal Reserve, bank sentral AS, tidak memiliki banyak alasan untuk menahan diri dari kenaikan suku bunga selanjutnya demi memerangi inflasi. Defisit neraca perdagangan, yang mencerminkan selisih antara nilai barang dan jasa yang diimpor dan diekspor Amerika Serikat, menyempit menjadi 105,0 miliar dolar pada September, dibandingkan ekspektasi 107,9 miliar dolar. Indeks Jasa ISM tercatat di 54,5, sedikit di bawah proyeksi 54,8. Meskipun lebih rendah daripada ekspektasi, angka tersebut tetap di atas 50, yang menandakan kelanjutan ekspansi. Secara keseluruhan, perkembangan ini mengembalikan minat pasar terhadap dolar dan mendorong euro mundur dari level tertingginya baru-baru ini.
Hari ini, euro memiliki peluang untuk kembali menguat. Zona euro akan merilis Indeks Harag Produsen (PPI). Indeks ini mengukur perubahan harga di tingkat produsen dan umumnya memberikan indikasi awal pergerakan harga konsumen di masa depan. Karena itu, pasar memandangnya sebagai indikator arah inflasi ke depan dan potensi keputusan kebijakan ECB. Dalam skala tahunan, laju PPI diperkirakan meningkat menjadi 10,9%, dibandingkan 8,2% sebulan sebelumnya. Jika angka aktual melampaui ekspektasi, ekspektasi akan kenaikan suku bunga ECB lebih lanjut akan menguat, sehingga memberikan dukungan bagi euro. Rilis data lainnya mencakup pesanan industri Jerman, yang diperkirakan naik 4,9%; produksi industri Prancis, yang diproyeksikan meningkat 0,4% setelah turun 0,3%; dan penjualan ritel Italia, yang diperkirakan tidak mengalami perubahan.
Presiden ECB, Christine Lagarde, dan Presiden Bundesbank, Joachim Nagel, juga dijadwalkan berpidato hari ini. Sikap kebijakan mereka sudah cukup jelas. ECB masih berada di jalur untuk satu kali kenaikan suku bunga terakhir pada Desember, dan komentar terbaru mereka kemungkinan akan menegaskan posisi tersebut. Jika data ekonomi kuat dan bank sentral mempertahankan nada yang terukur, euro berpeluang bertahan dan bahkan menguat.
Momentum
Untuk pergerakan naik, perhatian perlu difokuskan pada level 1,1272, yang saat ini hanya sembilan pip di atas harga. Jika euro mampu berkonsolidasi dengan kokoh di atas level ini, target berikutnya berada di 1,1298 dan kemudian 1,1336. Rilis data ekonomi hari ini dapat mendukung skenario ini, karena PPI yang lebih tinggi daripada prediksi akan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga ECB lebih lanjut. Oleh karena itu, skenario kenaikan dipandang sebagai skenario utama.
Untuk pergerakan turun, level kunci berada di 1,1245. Breakout ke bawah level ini akan membuka jalan menuju 1,1214 dan 1,1177. Kekuatan dolar kemarin yang didukung oleh data ekonomi AS berpihak pada skenario ini. Namun, sikap kebijakan ECB yang terukur serta kemungkinan data Eropa yang lebih kuat menjadi faktor penahan. Skenario ini tidak dapat dikesampingkan, tetapi dinilai kurang mungkin terjadi.
Mean Reversion
Level referensi atas berada di 1,1281, sementara level bawah berada di 1,1230. Level atas hanya sembilan poin di atas level breakout 1,1272, yang berarti bahwa harga dapat mencapainya dengan cepat setelah breakout terbentuk. Pertanyaan utamanya adalah apakah pergerakan naik ini akan berlanjut atau justru menjadi false breakout yang diikuti penurunan. Pembalikan arah di sekitar 1,1281 sebaiknya hanya dipertimbangkan ketika momentum kenaikan sudah jelas mulai melemah.
Level bawah 1,1230 berada di sepanjang jalur penurunan antara 1,1245 dan 1,1214. Jika penurunan mencapai level ini dan harga dengan cepat kembali naik menembusnya, hal ini akan mengindikasikan terjadinya pembalikan arah, bukan kelanjutan dari breakout.